Selasa, 16 Agustus 2016

INDONESIA TERCINTA

Pagi ini kubuka mata tepat saat adzan subuh berkumandang. Kuambil wudhu dan melaksanakan kewajiban sembahyang. Ada yang spesial dengan pagi ini. Ya, pagi ini adalah pagi 17 agustus 2016. Lalu apa yang spesial?

Mungkin ini terdengar berlebihan, bahkan menggelikan. Tapi aku mencintai bangsa ini dengan sepenuh jiwa. Aku ingin menjadi orang yang mampu membanggakan negara ini entah bagaimanapun caranya. Mungkin kalian akan berpikir aku kolot, cupu, atau bahkan tua. Tidak, aku masih remaja berumur 20 tahun yang kini duduk dibangku kuliah jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Dari dulu aku selalu menyukai sejarah. Dari sejarah aku belajar banyak tentang masalalu. Bukan hanya kesalahannya, tapi juga kejayaannya. Tahukah kalian dulu Indonesia adalah penguasa. Daerah indonesia dan malaysia juga papua nugini dan timor leste dulunya milik nusantara. Kenapa nusantara? Karena saat kekuasaan kerajaan Majapahit wilayah tersebut dinamai nusantara.

Kita seharusnya bisa belajar dari kejayaan yang pernah kita alami. Kita tiru apa yang menjadi baik untuk kita. Kita tinggalkan apa yang menjadi kesalahan dimasa lalu. Bukankah ifu fungsi masa lalu?
Bung karmo adalah salah satu tokoh yang menjadi idolaku bahkan sejak aku mengenal siapa bung Karno. Bayangkan, apa jadinya bangsa kita tanpa jasa Beliau. Beliau di asingkan berkali2 oleh Belamda dan Jepang namun tidak menyerah. Beliau bangkit lagi, bangkit lagi dan terus bangkit. Demi apa? Demi Indonesia kita kawaan. INDONESIA KITA.

Buat kalian semua para generasi muda. Ingat pesan ini, lakukan semua hal yang harus dilakukan untuk membanggakan negerimu. Negeri tempat mu berpijak sejak kamu dilahirkan hingga hari ini. Berterimakasihlah pada tanahnya yang telah memberimu makan dan minum. Terimakasihlah pada pemerintahannya yang telah memberimu kesempatan berpendidikan. Terimakasihlah pada apapun yang ada di Indonesia. Negara ini butuh kita kawaan. Bangkitlah! Bangkitlah layaknya Soekarno dan pahlawan pahlawan lain. Yakinlah kita bisa menjadi the next Soekarno dengan cara kita sendiri.
Tidak perlu perang gerilnya taruhan nyawa untuk membanggakan Indonesia. Lakukan semua hal sebaik yang kamu bisa. Untuk kalian yang belajar, belajarlah dengan baik dan raihlah prestasi gemilang. Untuk kalian yang bekerja, lakukanlah pekerjaan itu dengan tulus ikhlas dan sebaik yang kamu bisa.

Hari ini 17 Agustus 2016. Tepat 71 tahun yang lalu kau memproklamirkan dirimu Indonesiaku. Dirgahayu. Semoga bangsa ini terus menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Kau adalah bangsa yang besar Indonesia, perlu semua rakyatmu untuk memajukannya, bukan hanya segelintir orang di istana negara, atau di gedung pemerintahan lainnya. Indonesia butuh kita kawan, ayo berubah, bangkit dan menang demi negeri kita tercinta, Indonesia 

Sabtu, 13 Agustus 2016

Harapan

Wahai calon imamku.. Aku mencintaimu karena Allaah
Dalam diam. .
Tapi dalam diam ini,
Aku selalu panjatkan do'a untukmu,
Pipiku basah.. Kurayu Allaah, agar pertemukan kita pada saat yang tepat .
Dalam diam ini,
Aku coba memantaskan diri
Agar ku layak kau jadikan bidadari
Aku yakin, kau adalah pantulan diri ini,
Yang bilamana diri ini baik,
Kaupun baik…
Ada satu ruang di hati ini,
Yang sengaja kusisakan untukmu. Yang sengaja kujaga agar tetap bersih.
Biar engkau yang melukis sejarah dihati ini. .
Aku juga wanita.. Yang sangat mengidamkan lelaki ahli surga,
Yang akan menuntunku ke surga jua .
Wahai calon imamku.. Aku menunggumu disini
Siapapun engkau
Dimanapun kau
Kemanapun engkau mengembara. .
Semoga Allaah.. Pertemukan kita
Persatukan kita
Melindungi kita.
Di dunia dan Akhirat (surga).

Minggu, 21 Februari 2016

mungkin hanya takut

Aku tak mengerti
Aku tak mengerti apa itu cinta
Tak dapat kupahami apa yang sesungguhnya kurasa

Apa benar aku memang tak mengerti?
Atau mungkin hanya takut
Takut untuk menyadari akan hadirnya suatu rasa
Rasa yang kupendam jauh untukmu
Selalu untukmu

Kadang kau begitu dekat
Tapi kurasakan kau sangat jauh
Jauh tak bertepi
Jauh hingga tak dapat kugapai lagi

Ingin ku mengusirmu pergi
Pergi dari hatiku
Pergi dari hidupku
Tapi aku tak mampu
Kau selalu datang membawa secercah harapan
Harapan yang tak mungkin dapat kutahan

Aku minta maaf
Mungkin selama ini aku begitu buta
Hingga tak pernah melihatmu
Kamu, ya hanya kamu
Yang selalu ada untukku

Aku minta maaf
Mungkin selama ini mendung menutupi sinarmu
Sinar yang bisa menerangiku
Sinar yang membawa cahaya kebahagiaan

Aku minta maaf
Maaf karena aku baru menyadarinya
Menyadari betapa akupun menyayangimu

Kau tuan bintangku

Malam ini tak ada bintang
Dimana kau wahai tuan bintang?
Kenapa kau biarkan mendung menghalangi sinarmu

Tahukah kau wahai tuan bintang
Malam ini aku menantimu
Menantimu hadir membawa sinar harapan itu
Sekali lagi

Wahai tuan bintang
Redupnya kau membawa kehampaan dalam diriku
Menghilangnya kau membawa kesepian dalam jiwaku

Wahai tuan bintang
Aku merindukan saat-saat itu
Saat dimana tubuhku hangat karena temaram sinarmu
Saat dimana aku tersenyum memandang kilaumu

Oh tuan bintang
Apa kau bersedia berjanji satu hal padaku?
Hadirlah disetiap malamku
Aku membutuhkan sinarmu
Aku ingin kehangatan
Aku benci kedinginan

Tuan bintang,
Aku tahu kau tak bisa menepati janji itu
Tak apa, aku mengerti

Mungkin sinarmu itu, bukan lagi milikku

Senin, 12 Mei 2014

serpihan diary yang berserakan

Ingatkah kamu ketika dulu kamu datang kepadaku, membawa seutas senyum nan indah ?
ingatkah kamu, karena senyumanmu itu aku pun tersipu
sejak saat itu, kupikir kamu berbeda
kupikir, kamu kan mengisi kekosongan hati ini
kupikir, kamu kan jadi pangeran berkuda putihku

tapi mengapa kau buatku menanti ?
menghabiskan seluruh malamku hanya tuk memimpikanmu
berharap esok kau kan datang
berharap esok kau kan menemuiku

aku tak tahu lagi
lebih dari seratus hari ku menanti

kau pikir, kau siapa ?
membuatku seperti ini !














*my morning star*