Minggu, 21 Februari 2016

Kau tuan bintangku

Malam ini tak ada bintang
Dimana kau wahai tuan bintang?
Kenapa kau biarkan mendung menghalangi sinarmu

Tahukah kau wahai tuan bintang
Malam ini aku menantimu
Menantimu hadir membawa sinar harapan itu
Sekali lagi

Wahai tuan bintang
Redupnya kau membawa kehampaan dalam diriku
Menghilangnya kau membawa kesepian dalam jiwaku

Wahai tuan bintang
Aku merindukan saat-saat itu
Saat dimana tubuhku hangat karena temaram sinarmu
Saat dimana aku tersenyum memandang kilaumu

Oh tuan bintang
Apa kau bersedia berjanji satu hal padaku?
Hadirlah disetiap malamku
Aku membutuhkan sinarmu
Aku ingin kehangatan
Aku benci kedinginan

Tuan bintang,
Aku tahu kau tak bisa menepati janji itu
Tak apa, aku mengerti

Mungkin sinarmu itu, bukan lagi milikku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar