Minggu, 21 Februari 2016

mungkin hanya takut

Aku tak mengerti
Aku tak mengerti apa itu cinta
Tak dapat kupahami apa yang sesungguhnya kurasa

Apa benar aku memang tak mengerti?
Atau mungkin hanya takut
Takut untuk menyadari akan hadirnya suatu rasa
Rasa yang kupendam jauh untukmu
Selalu untukmu

Kadang kau begitu dekat
Tapi kurasakan kau sangat jauh
Jauh tak bertepi
Jauh hingga tak dapat kugapai lagi

Ingin ku mengusirmu pergi
Pergi dari hatiku
Pergi dari hidupku
Tapi aku tak mampu
Kau selalu datang membawa secercah harapan
Harapan yang tak mungkin dapat kutahan

Aku minta maaf
Mungkin selama ini aku begitu buta
Hingga tak pernah melihatmu
Kamu, ya hanya kamu
Yang selalu ada untukku

Aku minta maaf
Mungkin selama ini mendung menutupi sinarmu
Sinar yang bisa menerangiku
Sinar yang membawa cahaya kebahagiaan

Aku minta maaf
Maaf karena aku baru menyadarinya
Menyadari betapa akupun menyayangimu

Kau tuan bintangku

Malam ini tak ada bintang
Dimana kau wahai tuan bintang?
Kenapa kau biarkan mendung menghalangi sinarmu

Tahukah kau wahai tuan bintang
Malam ini aku menantimu
Menantimu hadir membawa sinar harapan itu
Sekali lagi

Wahai tuan bintang
Redupnya kau membawa kehampaan dalam diriku
Menghilangnya kau membawa kesepian dalam jiwaku

Wahai tuan bintang
Aku merindukan saat-saat itu
Saat dimana tubuhku hangat karena temaram sinarmu
Saat dimana aku tersenyum memandang kilaumu

Oh tuan bintang
Apa kau bersedia berjanji satu hal padaku?
Hadirlah disetiap malamku
Aku membutuhkan sinarmu
Aku ingin kehangatan
Aku benci kedinginan

Tuan bintang,
Aku tahu kau tak bisa menepati janji itu
Tak apa, aku mengerti

Mungkin sinarmu itu, bukan lagi milikku